Bolehkah Berburu di Bulan Puasa?

Ketahui Fakta dan Ketentuannya
Berburu adalah sebuah kegiatan mengejar, menangkap, dan membunuh hewan untuk ketentuan tertentu. Bagi yang beragama Islam, ada baiknya mengetahui hukum berburu dalam agama dan mengetahui kapan diperbolehkan untuk berburu. Karena ada beberapa pertanyaan yang masih sering menjadi masalah, seperti bolehkah berburu di bulan puasa?
Jika dulu berburu hanya dilakukan orang yang tinggal di hutan atau daerah terpencil, maka saat ini berburu justru menjadi sebuah hobi. Hobi ini juga bisa dilakukan bagi yang beragama Islam, karena hukumnya mubah atau diperbolehkan selama tujuannya baik.

Hukum dan Ketentuan Berburu Dalam Islam
Seringkali orang bertanya bolehkah berburu di bulan puasa? Apakah ketika berburu maka puasa menjadi batal dan kegiatan tersebut menjadi haram? Menurut para ulama, kegiatan
berburu dengan bulan puasa tidak memiliki keterkaitan dalam agama Islam. Orang yang berpuasa atau pada bulan puasa orang boleh melakukan kegiatan berburu.
Namun, agar kegiatan berburu tidak sampai menjadi haram, maka ada baiknya mengetahui hukum dan ketentuan yang bisa menyebabkan menjadi haram. Berikut adalah hal-hal yang bisa
menyebabkan berburu menjadi haram ketika berburu di bulan puasa:

berburu-saat-puasa
berburu saat puasa

Niat & Tujuan Berburu
Jika ada yang bertanya bolehkah berburu di bulan puasa dengan tujuan memburu makanan, maka jawabannya adalah boleh. Dalam agama Islam, berburu diperbolehkan selama tujuannya dan niatnya baik seperti untuk mencari makan. Bahkan hukumnya menjadi wajib ketika dibutuhkan untuk kelangsungan hidup atau kondisi darurat.
Namun, jawaban akan menjadi haram, ketika tujuan dan niat dari berburu adalah untuk bersenang-senang atau hanya untuk menyiksa binatang tersebut. Hukum Islam tidak pernah
membenarkan atau memperbolehkan penyiksaan terhadap hewan, Sehingga, berburu di bulan puasa boleh saja dilakukan asal memang dibutuhkan.

Tidak Sedang Beribadah Umroh
Salah satu hal yang bisa membuat berburu di bulan puasa menjadi haram adalah ketika berburu dilakukan pada saat ibadah Umroh. Namun, yang dilarang pada saat Umroh adalah
berburu hewan buruan darat seperti rusa atau hewan yang liar. Sedangkan hewan seperti ayam, kambing dan sapi tidak tergolong hewan buruan darat sehingga boleh diburu meskipun sedang umroh. Jenis hewan lain yang boleh diburu adalahhewan lain seperti ikan yang dibutuhkan untuk makanan.

Alat Berburu
Selain niat, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam berburu adalah alat yang digunakan. Pada dasarnya agama Islam tidak membatasi alat yang digunakan untuk berburu asalkan dapat langsung membunuh hewan tersebut dan tidak menyiksa. Selain menggunakan alat, perburuan dapat dilakukan dengan menggunakan binatang pemburu yang terlatih.
Jadi, untuk pertanyaan bolehkah berburu di bulan puasa, jawabannya adalah sangat boleh selama kegiatan dilakukan sesuai dengan ajaran Islam. Selama proses dilakukan dengan alat dan niat yang benar, maka kegiatan berburu diperbolehkan pada saat bulan puasa maupun di lain waktu.

Cara Memburu yang Tepat dalam Ajaran Islam
Setelah mengetahui bahwa berburu diperbolehkan dalam Islam, maka ada baiknya mengetahui tata cara berburu yang benar agar tidak menjadi haram. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah
cara-cara berburu hewan yang tepat dalam ajaran Islam:

  • Menyebut Nama Allah ketika Berburu

Seperti memulai kegiatan lainnya, sebelum berburu jangan lupa untuk menyebut nama Allah ketika akan berburu. Ini merupakan salah syarat agar hewan buruan menjadi halal dimakan. Selain itu, luruskan niat dari proses berburu itu. Jangan sampai pergi berburu untuk tujuan menyiksa hewan atau hanya bersenang-senang.

  • Menggunakan Alat Tajam & Tangan Sendiri

Pastikan alat yang digunakan mampu membunuh hewan dalam waktu cepat. Hal ini bertujuan untuk menghindari penyiksaan terhadap hewan buruan tersebut. Selain menggunakan alat
tajam, pemburu juga bisa menggunakan hewan pemburu yang sudah terlatih. Karena berburu dengan hewan yang tidak terlatih akan menyebabkan hewan buruan menjadi haram.Selain menggunakan alat, seorang pemburu harus menggunakan tangan sendiri ketika berburu. Hasil berburu tidak boleh dilakukan oleh orang lain seperti budak, pembantu maupun asisten
kecuali mereka memenuhi syarat untuk berburu.

  • Tidak Salah Sasaran & Halal Dagingnya

Jika pemburu tidak sengaja menembak atau memburu hewan yang semula bukan menjadi sasarannya, maka hewan tersebut disarankan tidak dijadikan makanan. Terutama jika hewan
tersebut merupakan hewan tetangga yang mati dikarenakan tangan sang pemburu.
Selain memastikan sasarannya tepat, pastikan pula hewan yang ditargetkan adalah hewan yang memiliki daging yang halal. Jangan sampai memburu hewan yang sudah pasti tidak halal
sehingga tidak bisa dikonsumsi oleh sang pemburu.

  • Cara Membunuh Hewan

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam berburu adalah cara hewan tersebut mati. Jika seekor hewan ditembak lalu jatuh ke air dan mati, maka hewan tersebut hukumnya tidak boleh
dimakan. Hal ini dikarenakan hewan mati karena tenggelam di dalam air, bukan karena terkena buruan dari manusia. Namun, apabila hewan terjatuh karena anak panah, maka hewan tersebut
diperbolehkan untuk dimakan.
Pada dasarnya, agama Islam tidak pernah melarang umatnya untuk berburu selama sesuai dengan ajaran yang telah ditetapkan. Untuk mitos dan pertanyaan bolehkah berburu di bulan
puasa, jawabannya boleh karena tidak ada kaitannya antara puasa dengan berburu. Selama proses berburu dilakukan dengan benar, maka kegiatan berburu diperbolehkan.
Oleh karena itu, sebelum berburu, tentukan niat serta peralatan yang akan digunakan untuk berburu. Bacalah niat dari berburu dan pastikan alat yang digunakan dapat membunuh hewan
dengan cepat. Jika dua hal ini sudah terpenuhi, maka proses berburu diperbolehkan, baik waktu bulan puasa maupun selain bulan puasa.

Leave a Comment

error: Content is protected !!
Open chat